Surat Asy-Syarh سورة الشرح

Posted on 18 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

ALAM NASYRAH
(Bukankah Kami Telah Melapangkan)

 

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Adh-Dhuhaa. Nama “Alam Nasyrah” diambil dari kata “Alam Nasyrah” yang terdapat pada ayat pertama. yang berarti bukankah Kami telah melapangkan. Ayat ini juga dinamakan “Asy-Syarh” dan “Al-Insyiraah” (Melapangkan).

Pokok-pokok isinya:

Penegasan tentang ni’mat-ni’mat Allah s.w.t. yang diberikan kepada Nabi Muhammad s.a.w., dan pernyataan Allah bahwa di samping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya.

سورة الشرح
(MELAPANGKAN)
Surat ke 94 : 8 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

PERINTAH ALLAH KEPADA MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM AGAR TERUS BERJUANG DENGAN IKHLAS DAN TAWAKKAL.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
2. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ
3. yang memberatkan punggungmu?[1]

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu[2].

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain[3],

وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

 

PENUTUP
Surat Alam Nasyrah ini merupakan tasliyah (penghibur hati) bagi Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

HUBUNGAN SURAT ALAM NASYRAH DENGAN SURAT AT-TIIN:
Dalam surat Alam Nasyrah, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan perintah kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam selaku manusia sempurna. Maka dalam surat At-Tiin, diterangkan bahwa manusia itu adalah makhluk Allah yang mempunyai kesanggupan baik lahir maupun batin. Kesanggupannya itu menjadi kenyataan bilamana mereka mengikuti jejak Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.


(1) Yang dimaksud dengan “beban” di sini ialah kesusahan-kesusahan yang diderita Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dalam menyampaikan risalah.

(2) Meninggikan nama Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam di sini maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan ta’at kepada Nabi termasuk ta’at kepada Allah dan lain-lain.

(3) Maksudnya: sebagian ahli Tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berda’wah, maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia, maka kerjakanlah urusan akhirat.

About these ads

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 108 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: