Kesesatan Qaradhawi – Orang-orang yang mempengaruhinya

Posted on 30 Desember 2010. Filed under: Manhaj |

Orang-Orang Yang Berpengaruh Pada Diri Qaradhawi

Semenjak masa mudanya, Yusuf Al Qaradhawi sudah terbina di bawah asuhan para da’i ikhwanul muslimin. Bahkan dia pernah berguru langsung kepada para tokoh pembesar ikhwanul muslimin. Maka tidak mengherankan apabila dalam dirinya tertanam kuat dasar-dasar ideologi harakah ini, seperti dakwah untuk mencintai yahudi dan nashrani, membaurkan Sunnah dan syi’ah, dan lain sebagainya. Hal ini diakui sendiri oleh Qaradhawi pada saat wawancara dengan salah satu koran Amerika :

“Saya tumbuh di madrasah yang berkhidmat (mengabdi) kepada Islam. Madrasah ini dibangun oleh seseorang yang istimewa dan adil dalam ide, pergerakan, dan interaksi. Dia adalah Al Imam Asy Syahid Hasan Al Banna. Pada satu orang ini saja sudah bisa dikatakan Ummah (Ucapan ini jelas ghuluw (melampaui batas) karena Allah hanya memberikan gelar Ummah kepada satu orang yaitu Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam (QS. An Nahl : 120). Bagaimana orang ini diberi julukan dengan seperti ini? Ghuluw memang sudah tidak asing lagi di kalangan mereka karena memang itulah manhaj yang dipakai dalam pengkaderan ikhwanul muslimin. Mereka melakukan ghuluw pada diri Hasan Al Banna sampai-sampai mereka mengatakan bahwa dia adalah mukjizat di atas segala mukjizat dan lain-lainnya sebagaimana terungkap dalam buku Al Bannaa bi Aqlaami Talaamidzatihi wa Muhibbihi.) karena dia berinteraksi dengan seluruh manusia sehingga sebagian penasihatnya berasal dari kalangan Al Aqbath –yakni orang-orang nashrani– dan ia memasukkannya ke dalam Lajnah Siyasah (departemen politik). Dia berteman dengan sebagian dari mereka dalam muktamar dan memiliki gagasan untuk berdampingan dengan syi’ah. Karena itulah ia menerima pemimpin-pemimpin mereka di markas besar ikhwanul muslimin, Kairo, Mesir. Menurutku, inilah sikap adil peninggalan Hasan Al Banna dan madrasahnya. (Al Islaam wal Gharb halaman 72)

Muhammad Al Majdzub, seorang penulis biografi Yusuf Al Qaradhawi mengutip ucapan Qaradhawi :

“Sesungguhnya sosok yang paling besar pengaruhnya dalam pemikiran dan rohaniku adalah kepribadian Hasan Al Banna, pendiri gerakan Islam yang baru”. (Al Majdzub, Ulamaa’ wa Mufakkiruun ‘Araftuhum 1:466)

Selanjutnya pada halaman 467 buku yang sama, Al Majdzub menulis : “Ia –Yusuf Al Qaradhawi– mengakui terus terang bahwa pengaruh madrasah ini –madrasah ikhwanul muslimin– lebih kuat daripada pengaruh studi di Al Azhar terhadap dirinya.”

Dalam buku Al Islaam wal Gharb (Islam dan Barat) halaman 72, Al Majdzub menjelaskan bahwa disamping Hasan Al Banna masih ada tokoh lain yang berpengaruh pada diri Qaradhawi, yaitu Muhammad Al Ghazali. Dia adalah seorang aqlani (rasionalis) tokoh ikhwanul muslimin.

Oleh Qaradhawi, pemikiran yang diserap dari para tokoh ikhwanul muslimin itu disembunyikan beberapa saat kemudian dituangkan sebagian dalam beberapa kitabnya secara hati-hati sehingga tidak terlalu kentara. Belakangan, Qaradhawi berani membawa pemikiran dan gagasan busuk itu secara terang-terangan. Ia menamakan jalan yang ditempuhnya dengan istilah jalan Wasathiyah Islamiyah (Islam yang tengah-tengah), sebagaimana pengakuannya :

Metode Wasathiyah Islamiyah ini bukan kami yang mengada-ada, ini merupakan ruhnya Islam. Dan itu juga merupakan aliran pemikiran yang selalu saya bentangkan (selama ini) dan memperkuat jiwa saya dalam tahun-tahun terakhir ini semenjak saya mulai berbuat untuk metode ini, yaitu aliran Wasathiyah Islamiyah.

Saudara pembaca yang budiman, sesungguhnya pemikiran yang dinamakan dengan Wasathiyah Islamiyah yang dibawa dan diperjuangkan Qaradhawi ini adalah misi yang bathil. Akan saya tulis beberapa baris untuk menjelaskannya.

Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga Dia mengaruniakan keikhlasan kepadaku sebagaimana juga saya memohon kepada Allah semoga Dia mengembalikan Qaradhawi kepada kebenaran dengan cara yang baik dan melepaskannya dari kesesatan dan penyimpangan.

(Sumber : Kitab Raf’ul Litsaam ‘An Mukhaalaafatil Qaradhawi Li Syari’atil Islaam, edisi Indonesia Membongkar Kedok Al Qaradhawi, Bukti-bukti Penyimpangan Yusuf AL Qardhawi dari Syari’at Islam. Penerbit Darul Atsar Yaman. Diambil dari http://www.assunnah.cjb.net)

http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=632
Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: