Archive for Maret 16th, 2011

Surat Al-‘Alaq سورة العلق

Posted on 16 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-’ALAQ
(Segumpal Darah)

 

MUQADDIMAH

Surat Al-’Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam berkhalwat di gua Hira’. Surat ini dinamai “Al-’Alaq” (segumpal darah), diambil dari perkataan ’Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan “iqra’” atau “Al-Qalam”.

Pokok-pokok isinya:

Perintah membaca Al Qur’an; manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan; manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

سورة العلق
(SEGUMPAL DARAH)
Surat ke 96 : 19 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

TULIS BACA ADALAH KUNCI ILMU PENGETAHUAN.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam[1].

عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

MANUSIA MENJADI JAHAT KARENA MERASA CUKUP.

كَلاَّ إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى
6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى
7. karena dia melihat dirinya serba cukup.

إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى
8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).

أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى
9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

عَبْدًا إِذَا صَلَّى
10. seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat[2],

أَرَأَيْتَ إِن كَانَ عَلَى الْهُدَى
11. bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang (yaitu Rasulullah s.a.w.) itu berada di atas kebenaran,

أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى
12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

أَرَأَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّى
13. Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى
14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

كَلاَّ لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ
15. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[3],

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

فَلْيَدْعُ نَادِيَه
17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ
18. kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah[4],

كَلاَّ لا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

PENUTUP

Surat Al-’Alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri nikmat Allah itu, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup.

HUBUNGAN SURAT AL-’ALAQ DENGAN SURAT AL-QADR:

Pada surat Al ’Alaq Allah memerintahkan agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membaca Al-Qur’an, sedang pada surat Al-Qadr Allah menerangkan tentang permulaan turunnya Al Qur’an.


(1) Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.

(2) Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah: Abu Jahal dan yang dilarang itu ialah Rasulullah sendiri. Akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan: “Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti dia akan dibinasakan oleh Malaikat

(3) Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.

(4) Malaikat Zabaniyah ialah malaikat yang menyiksa orang-orang berdosa di dalam neraka.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Qadr سورة القدر

Posted on 16 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-QADR
(Kemuliaan)

MUQADDIMAH

Surat Al-Qadr terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat ’Abasa.
Surat ini dinamai “Al-Qadr” (kemuliaan), diambil dari perkataan “Al Qadr” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Al-Qur’an mulai diturunkan pada malam Lailatul Qadar, yang nilainya lebih dari seribu bulan; para malaikat dan Jibril turun ke dunia pada malam Lailatul Qadar untuk mengatur segala urusan.

سورة القدر
(KEMULIAAN)
Surat ke 97 : 5 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

KEMULIAAN LAILATUL QADR.

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan[1].

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

PENUTUP

Pada surat Al-Qadr ini diterangkan bahwa permulaan Al-Qur’an diturunkan pada malam lailatul Qadar dan diterangkan juga ketinggian malam lailatul Qadar itu.

HUBUNGAN SURAT AL-QADR DENGAN SURAT AL-BAYYINAH:
Surat Al-Qadr menerangkan tentang permulaan Al-Qur’an diturunkan, sedang surat Al-Bayyinah menerangkan salah satu sebab Allah menurunkan Al-Qur’an.


(1) “Malam kemuliaan” dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam “Lailatul Qadar”, yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al-Qur’an.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Bayyinah سورة البينة

Posted on 16 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-BAYYINAH
(Bukti Yang Nyata)

MUQADDIMAH

Surat Al-Bayyinah terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thalaq.
Dinamai “Al-Bayyinah” (bukti yang nyata) diambil dari perkataan “Al-Bayyinah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Pernyataan dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik bahwa mereka akan tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam datang, mereka terpecah belah, ada yang beriman dan ada yang tidak, padahal Nabi yang datang itu sifat-sifatnya sesuai dengan sifat-sifat yang mereka kenal pada kitab-kitab mereka dan membawa ajaran yang benar yaitu ikhlas dalam beribadah, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat.

سورة البينة
(BUKTI)
Surat ke 98 : 8 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

AHLI KITAB BERPECAH BELAH MENGHADAPI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM, SEDANG AJARAN YANG DIBAWANYA ADALAH WAJAR.

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
1. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

رَسُولٌ مِّنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُّطَهَّرَةً
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur’an),

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ
3. di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus[1].

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ
4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus[2] dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
6. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

PENUTUP

Dalam surat ini Allah menerangkan bahwa ajaran Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah ajaran yang benar dan agama yang dibawanya adalah agama yang lurus yang mencakup pokok-pokok ajaran yang dibawa nabi-nabi yang dahulu.

HUBUNGAN SURAT AL-BAYYINAH DENGAN SURAT AZ-ZALZALAH:

Pada surat Al-Bayyinah diterangkan orang yang akan mendapat balasan yang baik dan orang yang akan mendapat siksa, sedang surat Az-Zalzalah menerangkan kapan datangnya balasan itu.


(1) Yang dimaksud dengan “isi kitab-kitab yang lurus” ialah isi kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi seperti Taurat, Zabur, dan Injil yang murni.

(2) Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Az-Zalzalah سورة الزلزلة

Posted on 16 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AZ-ZALZALAH
(Kegoncangan)

 

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah diturunkan sesudah surat An-Nisaa’. Nama “Az-Zalzalah” diambil dari kata “Zilzal” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang berarti guncangan.

Pokok-pokok isinya:

Kegoncangan bumi yang amat hebat pada hari kiamat dan kebingungan manusia ketika itu; manusia pada hari kiamat itu dikumpulkan untuk dihisab segala amal perbuatan mereka.

سورة الزلزلة
(KEGONCANGAN)
Surat ke 99 : 8 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

DI HARI BERBANGKIT MANUSIA MELIHAT BALASAN PERBUATANNYA BIARPUN YANG SEBESAR DZARRAH.

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat),

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا
3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”,

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[1].

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

 

PENUTUP

Surat Az-Zalzalah menerangkan tanda-tanda permulaan hari kiamat dan pada hari itu manusia akan melihat sendiri hasil perbuatan mereka, baik ataupun buruk, meskipun seberat dzarrah.

HUBUNGAN SURAT AZ-ZALZALAH DENGAN SURAT AL-A’ADIYAAT:

Surat Az-Zalzalah menerangkan balasan atas perbuatan yang baik dan yang buruk, sedang pada surat Al-’Aadiyaat Allah subhanahu wa ta’ala mencela orang-orang yang telah mencintai kehidupan dunia dan mengabaikan kehidupan akhirat dan tidak mempersiapkan diri mereka untuk kehidupan akhirat itu dengan amal kebajikan.

 


(1) Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagiannya.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...