Archive for Maret 19th, 2011

Surat ‘Abasa سورة عبس

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

’ABASA
(Ia Bermuka Masam)

MUQADDIMAH

Surat ’Abasa terdiri atas 42 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An-Najm.
Dinamai “Abasa” (ia bermuka masam) diambil dari perkataan ’Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. Tetapi Rasulullan shalallahu ‘alaihi wasallam bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap Ibnu Ummi Maktum itu.

Pokok-pokok isinya:

1. Keimanan:

Dalil-dalil keesaan Allah; keadaan manusia pada hari kiamat.

2. Dan lain-lain:

Dalam berdakwah hendaknya memberikan penghargaan yang sama kepada orang-orang yang diberi dakwah; cercaan Allah kepada manusia yang tidak mensyukuri ni’mat-Nya.

سورة عبس
(IA BERMUKA MASAM)
Surat ke 80 : 42 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

TEGURAN KEPADA RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM.

عَبَسَ وَتَوَلَّى
1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,

أَن جَآءَهُ الْأَعْمَى
2. karena telah datang seorang buta kepadanya[1].

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى
3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ الذِّكْرَى
4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfa’at kepadanya?

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى
5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup[2],

فَأَنتَ لَهُ تَصَدَّى
6. maka kamu melayaninya.

وَمَا عَلَيْكَ أَلاَّ يَزَّكَّى
7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).

وَأَمَّا مَن جَآءَكَ يَسْعَى
8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

وَهُوَ يَخْشَى
9. sedang ia takut kepada (Allah),

فَأَنتَ عَنْهُ تَلَهَّى
10. maka kamu mengabaikannya.

كَلاَّ إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ
11. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,

فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُ
12. maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,

فِي صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ
13. di dalam kitab-kitab yang dimuliakan[3],

مَّرْفُوعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ
14. yang ditinggikan lagi disucikan,

بِأَيْدِي سَفَرَةٍ
15. di tangan para penulis (malaikat),

كِرَامٍ بَرَرَةٍ
16. yang mulia lagi berbakti.

PERINGATAN TUHAN KEPADA MANUSIA YANG TIDAK TAHU HAKIKAT DIRINYA.

قُتِلَ الْإِنسَانُ مَا أَكْفَرَهُ
17. Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?

مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ
18. Dari apakah Allah menciptakannya?

مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ
19. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya[4].

ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ
20. Kemudian Dia memudahkan jalannya[5],

ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ
21. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,

ثُمَّ إِذَا شَآءَ أَنشَرَهُ
22. kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

كَلاَّ لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ
23. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,

فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ إِلَى طَعَامِهِ
24. maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

أَنَّا صَبَبْنَا الْمَآءَ صَبًّا
25. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),

ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا
26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

فَأَنبَتْنَا فِيهَا حَبًّا
27. lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,

وَعِنَبًا وَقَضْبًا
28. anggur dan sayur-sayuran,

وَزَيْتُونًا وَنَخْلاً
29. Zaitun dan pohon kurma,

وَحَدَآئِقَ غُلْبًا
30. kebun-kebun (yang) lebat,

وَفَاكِهَةً وَأَبًّا
31. dan buah-buahan serta rumput-rumputan,

مَّتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
32. untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

فَإِذَا جَآءَتِ الصَّآخَّةُ
33. Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ
34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,

وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ
35. dari ibu dan bapaknya,

وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ
36. dari isteri dan anak-anaknya.

لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ
37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ
38. Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ
39. tertawa dan gembira ria,

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ
40. dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ
41. dan ditutup lagi oleh kegelapan[6].

أُوْلَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
42. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

PENUTUP

Surat ’Abasa mengandung teguran Allah kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang lebih mengutamakan pembesar-pembesar Quraisy yang diharapkan agar mereka masuk Islam daripada Ibnu Ummi Maktum yang buta, tapi telah diyakini keimanannya; Al-Qur’an adalah sebagai peringatan; dan salah satu sifat manusia ialah tidak mensyukuri nikmat Allah.

HUBUNGAN SURAT ’ABASA DENGAN SURAT AT-TAKWIIR:

1.      Sama-sama menerangkan tentang huru-hara pada hari kiamat.

2.      Sama-sama menerangkan bahwa manusia pada hari kiamat terbagi dua.

3.      Pada surat ’Abasa Allah subhanahu wa ta’ala menegur Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sedang dalam surat At-Takwiir Allah menegaskan bahwa Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang Rasul yang mulia.


(1) Orang buta itu bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bermuka masam dan berpaling daripadanya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah surat ini sebagai teguran kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

(2) Yaitu pembesar-pembesar Quraisy yang sedang dihadapi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang diharapkannya dapat masuk Islam.

(3) Maksudnya: kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berasal dari Lauh Mahfuzh.

(4) Yang dimaksud dengan “menentukannya” ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya dan nasibnya.

(5) “Memudahkan jalan”, maksudnya: memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.

(6) Maksudnya mereka ditimpa kehinaan dan kesusahan.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat At-Takwiir سورة التكوير

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AT-TAKWIIR
(Menggulung)

MUQADDIMAH

Surat At-Takwiir terdiri atas 29 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Masad. Kata “At-Takwiir” yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata asal (mashdar) dari kata kerja “kuwwirat” (digulung) yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Kegoncangan-kegoncangan yang terjadi pada hari kiamat; pada hari kiamat setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya waktu di dunia; Al Qur’an adalah firman Allah yang disampaikan oleh Jibril ‘alaihissalam; penegasan atas kenabian Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam; Al-Qur’an sumber petunjuk bagi umat manusia yang menginginkan hidup lurus; suksesnya manusia dalam mencapai kehidupan yang lurus itu tergantung kepada taufik dari Allah.

سورة التكوير
(MENGGULUNG)
Surat ke 81 : 29 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

DI KALA TERJADI PERISTIWA-PERISTIWA BESAR PADA HARI KIAMAT, TAHULAH TIAP-TIAP JIWA APA YANG TELAH DIKERJAKANNYA WAKTU DI DUNIA.

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
1. Apabila matahari digulung,

وَإِذَا النُّجُومُ انكَدَرَتْ
2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ
4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),

وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ
5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ
6. dan apabila lautan dipanaskan,

وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ
7. dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),

وَإِذَا الْمَوْؤُودَةُ سُئِلَتْ
8. apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

بِأَيِّ ذَنبٍ قُتِلَتْ
9. karena dosa apakah dia dibunuh,

وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ
10. dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

وَإِذَا السَّمَآءُ كُشِطَتْ
11. dan apabila langit dilenyapkan,

وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ
12. dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ
13. dan apabila surga didekatkan,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا أَحْضَرَتْ
14. maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

MUHAMMAD BUKANLAH SEORANG GILA, MELAINKAN RASUL KEPADANYA DITURUNKAN AL QUR’AN.

فَلاَ أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ
15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

الْجَوَارِ الْكُنَّسِ
16. yang beredar dan terbenam,

وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ
17. demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ
18. dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
19. sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ
20. yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ’Arsy,

مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ
21. yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ
22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ
23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ
24. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ
25. Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,

فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ
26. maka ke manakah kamu akan pergi? [1]

إِنْ هُوَ إِلاَّ ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ
27. Al Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,

لِمَن شَاءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ
28. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.

وَمَا تَشَاؤُونَ إِلاَّ أَن يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

PENUTUP

Surat At-Takwiir mengemukakan tentang kejadian-kejadian pada hari kiamat serta kebenaran Al-Qur’an sebagai wahyu Allah dan kerasulan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

HUBUNGAN SURAT AT-TAKWIIR DENGAN SURAT AL-INFITHAAR:

1.      Permulaan dari kedua surat ini sama-sama mengemukakan kejadian-kejadian yang dahsyat pada hari kiamat.

2.      Pada surat At-Takwiir dinyatakan bahwa tiap jiwa akan mengetahui apa-apa yang telah dikerjakannya, kemudian pada surat Al-Infithaar diulang lagi dan ditegaskan bahwa manusia-manusia itu tak dapat saling tolong-menolong di akhirat.


(1) Maksudnya: sesudah diterangkan bahwa Al Qur’an itu benar-benar datang dari Allah dan di dalamnya berisi pelajaran dan petunjuk yang memimpin manusia ke jalan yang lurus, ditanyakanlah kepada orang-orang kafir itu: “Jalan manakah yang akan kamu tempuh lagi?”

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Infithaar سورة الإنفطار

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-INFITHAAR
(Terbelah)

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat An-Naazi’aat. Al-Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata “Infatharat” (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Pokok-pokok isinya:

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat; peringatan kepada manusia agar tidak terpedaya sehingga durhaka kepada Allah; adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia; pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain; hanya kekuasaan Allahlah yang berlaku pada waktu itu.

سورة الإنفطار
(TERBELAH)
Surat ke 82 : 19 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

CELAAN TERHADAP MANUSIA YANG DURHAKA KEPADA ALLAH.

إِذَا السَّمَآءُ انفَطَرَتْ
1. Apabila langit terbelah,

وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انتَثَرَتْ
2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ
3. dan apabila lautan dijadikan meluap,

وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ
4. dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ
5. maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ
6. Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ
7. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

فِي أَيِّ صُورَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ
8. dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu.

كَلاَّ بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ
9. Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

SEMUA PERBUATAN MANUSIA DICATAT OLEH MALAIKAT DAN AKAN MENDAPAT BALASAN YANG SEIMBANG.

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ
10. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامًا كَاتِبِينَ
11. yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),

يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
12. mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ
13. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,

وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ
14. dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ
15. Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ
16. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ
17. Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ
18. Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

يَوْمَ لاَ تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئًا وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ
19. (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

PENUTUP

Surat Al-Infithaar ini menggambarkan kejadian-kejadian pada hari kiamat, dan menerangkan keingkaran manusia kepada karunia Allah dan bahwa segala amal perbuatan mereka itu akan mendapat pembalasan.

HUBUNGAN SURAT INI DENGAN SURAT AL-MUTHAFFIFIIN:

1.      Dalam surat Al-Infithaar ini Allah menjelaskan adanya malaikat yang menjaga dan mencatat amal perbuatan manusia, lalu pada surat Al-Muthaffifiin dijelaskan isi tentang buku catatan itu.

2.      Dalam surat Al-Infithaar ini secara singkat diterangkan dua golongan manusia pada hari kiamat yaitu orang-orang yang berbuat kebajikan dan orang-orang yang durhaka. Maka dalam surat Al-Muthaffifiin diuraikan lebih luas keadaan dari sifat kedua golongan manusia itu.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Muthaffifiin سورة المطففين

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-MUTHAFFIFIIN
(Orang-orang Yang Curang)

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 36 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-’Ankabuut dan merupakan surat yang terakhir diturunkan di Makkah sebelum hijrah.
“Al-Muthaffifiin” yang dijadikan nama bagi surat ini diambil dari kata “Al-Muthaffifiin” yang terdapat pada ayat pertama.

Pokok-pokok isinya:

Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala terhadap orang-orang yang mengurangi hak orang lain dalam timbangan, ukuran dan takaran; catatan kejahatan manusia dicantumkan dalam sijjiin sedang catatan kebajikan manusia dicantumkan dan ’illiyyjin; balasan dan macam-macam keni’matan bagi orang yang berbuat kebajikan; sikap dan pandangan orang-orang kafir di dunia terhadap orang- orang yang beriman; sikap orang-orang yang beriman di akhirat terhadap orang-orang kafir.

سورة المطففين
(ORANG-ORANG YANG CURANG)
Surat ke 83 : 36 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG CURANG DALAM MENAKAR DAN MENIMBANG.

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
1. Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang[1],

الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُواْ عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ
2. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,

وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
3. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

أَلاَ يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ
4. Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,

لِيَوْمٍ عَظِيمٍ
5. pada suatu hari yang besar,

يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
6. (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?

KEADAAN ORANG-ORANG YANG DURHAKA PADA HARI KIAMAT.

كَلاَّ إِنَّ كِتَابَ الفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ
7. Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin[2].

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سِجِّينٌ
8. Tahukah kamu apakah sijjin itu?

كِتَابٌ مَّرْقُومٌ
9. (Ialah) kitab yang bertulis.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
10. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ
11. (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.

وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلاَّ كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
12. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,

إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
13. yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu”.

كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ
14. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.

كَلاَّ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ
15. Sekali-kali tidak[3], sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.

ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ
16. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.

ثُمَّ يُقَالُ هَذَا الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ
17. Kemudian, dikatakan (kepada mereka): “Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan”.

KEADAAN ORANG-ORANG YANG BERBAKTI KEPADA ALLAH PADA HARI KIAMAT.

كَلاَّ إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ
18. Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam `Illiyyin[4].

وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ
19. Tahukah kamu apakah `Illiyyin itu?

كِتَابٌ مَّرْقُومٌ
20. (Yaitu) kitab yang bertulis,

يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ
21. yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ
22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam keni’matan yang besar (surga),

عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ
23. mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ
24. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan.

يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ
25. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),

خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
26. lak-nya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

وَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ
27. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim,

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ
28. (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

EJEKAN-EJEKAN TERHADAP ORANG-ORANG MUKMIN DI DUNIA DAN BALASANNYA DI AKHIRAT.

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُواْ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ
29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.

وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ
30. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

وَإِذَا انقَلَبُواْ إِلَى أَهْلِهِمُ انقَلَبُواْ فَكِهِينَ
31. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَآءِ لَضَالُّونَ
32. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”,

وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ
33. padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.

فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُواْ مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ
34. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,

عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ
35. mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
36. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

PENUTUP

Surat Al-Muthaffifiin mengandung ancaman-ancaman terhadap orang-orang kafir dan orang-orang yang melakukan kecurangan, di samping itu memberikan janji yang baik kepada mereka yang beriman dan melakukan kebajikan.

HUBUNGAN SURAT AL-MUTHAFFIFIIN DENGAN SURAT AL-INSYIQAAQ:

1.      Dalam surat Al-Muthaffifiin, Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa segala amal perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk tercatat dalam suatu buku yang terpelihara. Dalam surat Al-Insyiqaaq Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa buku-buku catatan ini akan diberikan kepada manusia pada hari kiamat dan cara bagaimana pemberiannya.

2.      Dalam kedua surat ini, Allah juga menggambarkan ancaman bagi orang yang kafir dan ganjaran yang tidak terhingga bagi orang-orang yang beriman.


(1) Yang dimaksud dengan “orang-orang yang curang” di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.

(2) Sijjin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang durhaka.

(3) Maksudnya: sekali-kali tidak seperti apa yang mereka katakan bahwa mereka dekat pada sisi Tuhan.

(4) `Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Insyiqaaq سورة الانشقاق

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-INSYIQAAQ
(Terbelah)

MUQADDIMAH

Surat Al-Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al-Infithaar.
Dinamai “Al-Insyiqaaq” (terbelah), diambil dari perkataan “insyaqqat” yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah “insyiqaaq”.

Pokok-pokok isinya:

Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

سورة الانشقاق
(TERBELAH)
Surat ke 84 : 25 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

ORANG-ORANG MUKMIN MENERIMA CATATAN AMALNYA DI SEBELAH KANAN DAN AKAN MENERIMA PEMERIKSAAN YANG MUDAH.

إِذَا السَّمَآءُ انشَقَّتْ
1. Apabila langit terbelah,

وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
2. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,

وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ
3. dan apabila bumi diratakan,

وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ
4. dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,

وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
5. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ
6. Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya[1].

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ
7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا
8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا
9. dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.

ORANG-ORANG DURHAKA MENERIMA CATATAN AMALNYA DARI BELAKANG DAN AKAN DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَآءَ ظَهْرِهِ
10. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang,

فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا
11. maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”.

وَيَصْلَى سَعِيرًا
12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا
13. Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).

إِنَّهُ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ
14. Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya).

بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا
15. (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.

MANUSIA MENGALAMI PROSES KEHIDUPAN TINGKAT DEMI TINGKAT.

فَلاَ أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ
16. Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,

وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ
17. dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,

وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ
18. dan dengan bulan apabila jadi purnama,

لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ
19. sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)[2].

فَمَا لَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ
20. Mengapa mereka tidak mau beriman?,

وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لاَ يَسْجُدُونَ
21. Dan apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,

بَلِ الَّذِينَ كَفَرُواْ يُكَذِّبُونَ
22. bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya).

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ
23. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).

فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
24. Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih,

إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
25. Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.

PENUTUP

Surat Al-Insyiqaaq mengutarakan kejadian-kejadian permulaan terjadinya hari kiamat, bagaimana balasan amalan yang baik dan perbuatan yang buruk; dan kepastian terjadinya hari kiamat yang ditentang oleh orang-orang kafir.

HUBUNGAN SURAT AL-INSYIQAAQ DENGAN SURAT AL-BURUUJ:

1.      Kedua surat ini sama-sama menerangkan janji-janji Allah kepada orang-orang mu’min serta ancaman-ancaman-Nya kepada orang-orang yang mengingkari seruan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

2.      Pada surat Al-Insyiqaaq diterangkan sikap orang-orang musyrik terhadap seruan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sedang surat Al-Buruuj menerangkan sikap orang-orang musyrik dan tindakan-tindakan mereka yang biasa mereka lakukan sejak dahulu terhadap orang-orang yang menerima seruan para rasul.


(1) Maksudnya: manusia di dunia ini baik disadarinya atau tidak adalah dalam perjalanan kepada Tuhannya. Dan tidak dapat tidak dia akan menemui Tuhannya untuk menerima pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik.

(2) Yang dimaksud dengan tingkat demi tingkat ialah dari setetes air mani sampai dilahirkan, kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan sampai dewasa. Dari hidup menjadi mati kemudian dibangkitkan kembali.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Buruuj سورة البروج

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-BURUUJ
(Gugusan Bintang)

 

MUQADDIMAH

Surat Al-Buruuj terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Asy-Syams.
Dinamai “Al Buruuj” (gugusan bintang) diambil dari perkataan “Al-Buruuj” yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Sikap dan tindakan-tindakan orang-orang kafir terhadap orang-orang yang mengikuti seruan para rasul; bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah; isyarat dari Allah bahwa orang-orang kafir Mekah akan ditimpa azab sebagaimana kaum Fir’aun dan Tsamud telah ditimpa azab; jaminan Allah terhadap kemurnian Al-Qur’an.

سورة البروج
(GUGUSAN BINTANG)
Surat ke 85 : 22 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

ORANG-ORANG YANG MENENTANG MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM AKAN MENGALAMI KEHANCURAN SEBAGAIMANA YANG DIALAMI UMAT-UMAT DAHULU YANG MENENTANG RASUL-RASUL MEREKA.

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ
1. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,

وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ
2. dan hari yang dijanjikan,

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ
3. dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.

قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ
4. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit[1].

النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ
5. yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,

إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ
6. ketika mereka duduk di sekitarnya,

وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ
7. sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلاَّ أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
9. Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ
10. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan[2] kepada orang-orang yang mu’min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ
11. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.

إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ
12. Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.

إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ
13. Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).

وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ
14. Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,

ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدُ
15. yang mempunyai ’Arsy lagi Maha Mulia,

فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
16. Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْجُنُودِ
17. Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang,

فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ
18. (yaitu kaum) Fir’aun dan (kaum) Tsamud?

بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي تَكْذِيبٍ
19. Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan,

وَاللَّهُ مِن وَرَائِهِم مُّحِيطٌ
20. padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka[3].

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَّجِيدٌ
21. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur’an yang mulia,

فِي لَوْحٍ مَّحْفُوظٍ
22. yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.

 

PENUTUP

Surat Al-Buruuj mengutarakan sikap dan tindakan yang biasa dilakukan oleh orang-orang kafir sejak dahulu kepada orang-orang yang mengikuti semua rasul dengan mengemukakan beberapa contoh yang telah dilakukan oleh orang-orang yang dahulu. Kemudian Allah mengisyaratkan kemenangan orang-orang yang beriman dan akan mengazab orang-orang kafir sebagai bujukan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan pengikut-pengikutnya dalam menghadapi tindakan-tindakan orang-orang musyrik pada periode Makkah.

HUBUNGAN SURAT AL-BURUUJ DENGAN SURAT ATH-THAARIQ:

1.      Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan bersumpahnya Allah dengan menyebut langit.

2.      Pada surat Al Buruuj disebutkan bahwa Al-Qur’an itu dijaga dan dipelihara Allah dari segala yang dapat merusaknya, sedang surat Ath-Thaariq menerangkan bahwa Al-Qur’an adalah Pemisah antara yang hak dan yang batil.

 


(1) Yaitu pembesar-pembesar Najran di Yaman.

(2) Yang dimaksud dengan “mendatangkan cobaan” ialah, seperti menyiksa, mendatangkan bencana, membunuh dan sebagainya.

(3) Maksudnya: mereka tidak dapat lolos dari kekuasaan Allah.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Ath-Thaariq سورة الطارق

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

ATH-THAARIQ
(Yang Datang Di Malam Hari)

 

MUQADDIMAH

Surat Ath-Thaariq terdiri atas 17 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Balad.
Dinamai “Ath-Thaariq” (yang datang di malam hari) diambil dari perkataan “Ath-Thaariq” yang terdapat pada ayat 1 Surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Tiap-tiap jiwa selalu dipelihara dan diawasi Allah; merenungkan asal kejadian diri sendiri yaitu dari air mani akan menghilangkan sifat sombong dan takabur; Allah kuasa menghidupkan manusia kembali pada hari kiamat, pada waktu itu tidak ada kekuatan yang dapat menolong selain Allah; Al Qur’an adalah pemisah antara yang hak dan yang batil.

سورة الطارق
(YANG DATANG DI MALAM HARI)
Surat ke 86 : 17 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

TIAP-TIAP MANUSIA ITU ADA YANG MENJAGANYA.

وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ
1. Demi langit dan yang datang pada malam hari,

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ
2. tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?,

النَّجْمُ الثَّاقِبُ
3. (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,

إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ
4. tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya.

ALLAH YANG KUASA MENCIPTAKAN MANUSIA, KUASA PULA MEMBANGKITKANNYA.

فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ
5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?

خُلِقَ مِن مَّاءٍ دَافِقٍ
6. Dia diciptakan dari air yang terpancar,

يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ
7. yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.

إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ
8. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ
9. Pada hari dinampakkan segala rahasia,

فَمَا لَهُ مِن قُوَّةٍ وَلاَ نَاصِرٍ
10. maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong.

AL QUR’AN PEMISAH ANTARA YANG HAK DAN YANG BATHIL.

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ
11. Demi langit yang mengandung hujan[1],

وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ
12. dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ
13. sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil,

وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ
14. dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا
15. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.

وَأَكِيدُ كَيْدًا
16. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.

فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
17. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.

 

PENUTUP

Surat Ath-Thaariq menerangkan bahwa tiap-tiap diri tidak luput dari pengawasan Allah. Sebagaimana Allah menciptakan manusia maka Allah dapat pula menghidupkan kembali bila ia telah mati; keterangan tentang Al Qur’an; bujukan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam terhadap tipu daya orang-orang kafir.

HUBUNGAN SURAT ATH-THAARIQ DENGAN SURAT AL-A’LAA:
Pada surat Ath-Thaariq diterangkan tentang penciptaan manusia dan diisyaratkan pula penciptaan tumbuh-tumbuhan, sedang pada surat Al A’laa diterangkan bahwa Allah menciptakan Islam dengan sempurna dan dengan ukuran-ukuran tertentu.

 


(1) Ibnu ‘Abbas berkata: “Ar-Raj’i” adalah hujan (Lihat tafsir Ibnu Katsir, Thabari, Qurthubi dan As-‘Sa’diy), ed).

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Surat Al-A’laa سورة الأعلى

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-A’LAA
(Yang Paling Tinggi)

 

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At-Takwiir, Nama Al-A’laa diambil dari kata “Al-A’laa” yang terdapat pada ayat pertama, berarti “Yang Paling Tinggi.” Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Al-Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man Ibnu Basyir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullan shalallahu ‘alaihi wasallam pada shalat dua hari raya (Fitri dan Adha) dan shalat Jumat membaca surat Al-A’laa pada rakaat pertama dan surat Al-Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Pokok-pokok isinya:

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya. Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat. Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

سورة الأعلى
(YANG PALING TINGGI)
Surat ke 87 : 19 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

BERTASBIH DAN MENSUCIKAN DIRI ADALAH PANGKAL KEBERUNTUNGAN.

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
1. Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,

الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى
2. yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى
3. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى
4. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,

فَجَعَلَهُ غُثَآءً أَحْوَى
5. lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

سَنُقْرِؤُكَ فَلاَ تَنسَى
6. Kami akan membacakan (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,

إِلاَّ مَا شَآءَ اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَى
7. kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَى
8. Dan Kami akan memberi kamu taufiq kepada jalan yang mudah[1],

فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ الذِّكْرَى
9. oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfa’at,

سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَى
10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى
11. orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.

الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى
12. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).

ثُمَّ لاَ يَمُوتُ فِيهَا وَلاَ يَحْيَى
13. Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى
14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
16. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى
18. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى
19. (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

 

PENUTUP

Surat Al-A’laa mengemukakan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala dan salah satu sifat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam  dan orang-orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.

HUBUNGAN SURAT AL-A’LAA DENGAN SURAT AL-GHAASYIYAH:
Pada surat Al A’laa diterangkan secara umum tentang orang yang beriman, orang yang kafir, surga dan neraka. Kemudian dalam surat Al Ghaasyiyah dikemukakan kembali dengan cara yang lebih luas.

 


(1) Maksudnya: jalan yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Ghaasyiyah سورة الغاشية

Posted on 19 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-GHAASYIYAH
(Hari Pembalasan)

 

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Adz-Dzaariaat. Nama “Al-Ghaasyiyah” diambil dari kata “Al-Ghaasyiyah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tapi yang dimaksud adalah hari kiamat. Surat ini adalah surat yang kerap kali dibaca Nabi pada rakaat kedua pada shalat hari raya dan shalat Jum’at.

Pokok-pokok isinya:

Keterangan tentang orang-orang kafir pada hari kiamat dan azab yang dijatuhkan atas mereka; keterangan tentang orang-orang yang beriman serta keadaan surga yang diberikan kepada mereka sebagai balasan; perintah untuk memperhatikan keajaiban ciptaan-ciptaan Allah; perintah kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam untuk memperingatkan kaumnya kepada ayat-ayat Allah karena beliau adalah seorang pemberi peringatan, dan bukanlah seorang yang berkuasa atas keimanan mereka.

سورة الغاشية
(HARI PEMBALASAN)
Surat ke 88 : 26 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

KEADAAN PENGHUNI-PENGHUNI NERAKA DAN PENGHUNI-PENGHUNI SURGA.

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
1. Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ
2. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
3. bekerja keras lagi kepayahan,

تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً
4. memasuki api yang sangat panas (neraka),

تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ
5. diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.

لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ
6. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

لاَ يُسْمِنُ وَلاَ يُغْنِي مِن جُوعٍ
7. yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ
8. Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ
9. merasa senang karena usahanya,

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
10. dalam surga yang tinggi,

لاَّ تَسْمَعُ فِيهَا لاَغِيَةً
11. tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.

فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ
12. Di dalamnya ada mata air yang mengalir.

فِيهَا سُرُرٌ مَّرْفُوعَةٌ
13. Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,

وَأَكْوَابٌ مَّوْضُوعَةٌ
14. dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),

وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ
15. dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ
16. dan permadani-permadani yang terhampar.

ANJURAN MEMPERHATIKAN ALAM SEMESTA.

أَفَلاَ يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,

وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ
21. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ
22. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

إِلاَّ مَن تَوَلَّى وَكَفَرَ
23. tetapi orang yang berpaling dan kafir,

فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ
24. maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ
25. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
26. kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.

 

PENUTUP

Surat Al Ghaasyiyah menerangkan penderitaan orang-orang yang kafir dan kenikmatan orang-orang yang beriman pada hari kiamat.

HUBUNGAN SURAT AL-GHAASYIYAH DENGAN SURAT AL-FAJR:

1.      Pada surat Al-Ghaasyiyah, Allah menyebutkan tentang orang-orang yang pada hari kiamat tergambar di muka mereka kehinaan dan tentang orang-orang yang bercahaya wajah mereka. Sedang pada surat Al Fajr disebutkan beberapa kaum yang mendustakan lagi berbuat durhaka sebagai contoh dari orang-orang yang tergambar di muka mereka kehinaan dan azab yang ditimpakan kepada mereka di dunia dan disebutkan pula orang yang berjiwa muthmainnah, mereka itulah orang-orang yang wajahnya bercahaya.

2.      Dalam surat Al-Ghaasyiyah Allah mengemukakan orang-orang yang bercahaya wajah mereka, sedang pada surat Al-Fajr, disebutkan orang yang berjiwa tenang di dunia karena iman dan takwanya yang nantinya di akhirat berseri-seri wajah mereka.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...