Archive for Maret 20th, 2011

Surat An-Naba’ سورة النبأ

Posted on 20 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AN-NABA’
(Berita Besar)

MUQADDIMAH

Surat An-Naba’ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Ma’aarij.
Dinamai “An-Naba’” (berita besar), diambil dari perkataan An-Naba’ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Dinamai juga “’Amma yatasaa aluun” diambil dari perkataan ’Amma yatassa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Keimanan:

Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu; kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit; peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit; azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat; penyesalan orang kafir di hari kiamat.

سورة النبأ
(BERITA BESAR)
Surat ke 78 : 40 ayat

JUZ 30

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

HARI BERBANGKIT.
Kekuasaan Allah menciptakan alam dan ni’mat-ni’mat yang diberikan-Nya adalah bukti bagi kekuasaan-Nya membangkitkan manusia.

عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ
1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ
2. Tentang berita yang besar[1],

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ
3. yang mereka perselisihkan tentang ini.

كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ
4. Sekali-kali tidak;[2] kelak mereka akan mengetahui,

ثُمَّ كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ
5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,

وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا
8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا
10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian[3],

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا
11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا
12. dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا
13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),

وَأَنزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَآءً ثَجَّاجًا
14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا
15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا
16. dan kebun-kebun yang lebat?

Kehebatan hari berbangkit.

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا
17. Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا
18. yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

وَفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا
19. dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا
20. dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

Balasan terhadap orang yang durhaka.

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
21. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai[4],

لِلْطَّاغِينَ مَآبًا
22. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

لاَبِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا
23. mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,

لاَّ يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلاَ شَرَابًا
24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

إِلاَّ حَمِيمًا وَغَسَّاقًا
25. selain air yang mendidih dan nanah,

جَزَآءً وِفَاقًا
26. sebagai pembalasan yang setimpal.

إِنَّهُمْ كَانُوا لاَ يَرْجُونَ حِسَابًا
27. Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab,

وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا
28. dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya,

وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا
29. dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab[5].

فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلاَّ عَذَابًا
30. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

Balasan terhadap orang yang bertakwa.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا
31. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا
32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا
33. dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

وَكَأْسًا دِهَاقًا
34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

لاَّ يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلاَ كِذَّابًا
35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta.

جَزَآءً مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًا
36. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,

رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَنِ لاَ يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا
37. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

Perintah agar manusia memilih jalan yang benar kepada Tuhannya.

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَآئِكَةُ صَفًّا لاَّ يَتَكَلَّمُونَ إِلاَّ مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا
38. Pada hari, ketika ruh[6] dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

ذَلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ فَمَن شَآءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ مَآبًا
39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا
40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.

PENUTUP

Surat An-Naba’ menerangkan pengingkaran orang-orang musyrik terhadap hari berbangkit, ancaman Allah terhadap sikap mereka, azab yang akan mereka terima di hari kiamat serta kebahagiaan orang-orang yang beriman.

HUBUNGAN SURAT AN-NABA’ DENGAN SURAT AN-NAAZI’AAT:

1.      Surat An-Naba’ menerangkan ancaman Allah terhadap sikap orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit, serta mengemukakan bukti-bukti adanya hari berbangkit, sedang pada surat An-Naazi’aat Allah bersumpah bahwa hari kiamat yang mendahului hari berbangkit itu pasti terjadi.

2.      Sama-sama menerangkan huru-hara yang terjadi pada hari kiamat dan hari berbangkit.


(1) Yang dimaksud dengan berita yang besar ialah berita tentang hari berbangkit.

(2) Ini adalah sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Makkah yang mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat.

(3) Malam itu disebut sebagai “pakaian” karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia.

(4) Maksudnya: di neraka Jahannam ada suatu tempat yang dari tempat itu para penjaga neraka mengintai dan mengawasi isi neraka.

(5) Yang dimaksud dengan “kitab” di sini ialah buku catatan amalan manusia.

(6) Para ahli Tafsir mempunyai pendapat yang berlainan tentang maksud “ruh” dalam ayat ini. Ada yang mengatakan “Jibril”, ada yang mengatakan “tentara Allah” dan ada pula yang mengatakan “ruh manusia”.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat An-Naazi’aat سورة النازعات

Posted on 20 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AN-NAAZI’AAT
(Malaikat-malaikat Yang Mencabut)

MUQADDIMAH

Surat An-Naazi’aat terdiri atas 46 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An-Naba’.
Dinamai “An-Naazi’aat (Malaikat-malaikat yang mencabut) diambil dari perkataan “An-Naazi’aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai pula As-Saahirah yang diambil dari ayat 14, dan dinamai juga “Ath-Thaammah” diambil dari ayat 34.

Pokok-pokok isinya:

1. Keimanan:

Penegasan Allah tentang adanya hari kiamat dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya; manusia dibagi 2 golongan di akhirat; manusia tidak dapat mengetahui kapan terjadinya saat kiamat.

2. Kisah:

Kisah Musa ‘alaihissalam dengan Fir’aun.

سورة النازعات
(MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT)
Surat ke 79 : 46 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

PENEGASAN HARI BERBANGKIT KEPADA ORANG-ORANG MUSYRIK YANG MENGINGKARINYA.

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا
1. Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا
2. dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا
3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا
4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,

فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا
5. dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia)[1].

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ
6. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam,

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ
7. tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ
8. Hati manusia pada waktu itu sangat takut,

أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ
9. pandangannya tunduk.

يَقُولُونَ أَئِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ
10. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?[2]

أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً
11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?”

قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ
12. Mereka berkata: “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”.

فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ
13. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,

فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ
14. maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.

KISAH MUSA ‘ALAIHISSALAM DAN FIR’AUN SEBAGAI PENGHIBUR BAGI MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM.

هَلْ أتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى
15. Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.

إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى
16. Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;

اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى
17. “Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,

فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَى أَن تَزَكَّى
18. dan katakanlah (kepada Fir’aun): ’Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)’

وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى
19. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?”

فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَى
20. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mu’jizat yang besar.

فَكَذَّبَ وَعَصَى
21. Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai.

ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى
22. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

فَحَشَرَ فَنَادَى
23. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى
24. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.

فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَى
25. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَى
26. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).

MEMBANGKITKAN MANUSIA ADALAH MUDAH BAGI ALLAH SEPERTI MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA.

أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَآءُ بَنَاهَا
27. Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya,

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.

وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

أَخْرَجَ مِنْهَا مَآءَهَا وَمَرْعَاهَا
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

DI HARI KIAMAT ITU TERINGATLAH MANUSIA AKAN PERBUATANNYA DI DUNIA.

فَإِذَا جَآءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى
34. Maka apabila malapetaka yang sangat besar ( hari kiamat) telah datang.

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ مَا سَعَى
35. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَى
36. dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

فَأَمَّا مَن طَغَى
37. Adapun orang yang melampaui batas,

وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى
39. maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya).

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى
40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
41. maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا
42. (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?[3]

فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَاهَا
43. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?

إِلَى رَبِّكَ مُنتَهَاهَا
44. Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).

إِنَّمَا أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخْشَاهَا
45. Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya ( hari berbangkit).

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلاَّ عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
46. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.[4]

PENUTUP

Surat An Naazi’aat mengutarakan sumpah Allah dengan menyebut malaikat yang bermacam-macam tugasnya, bahwa hari kiamat pasti terjadi, dan membangkitkan manusia itu adalah mudah bagi Allah, serta mengancam orang-orang musyrik yang mengingkari kebangkitan dengan siksaan yang telah dialami Fir’aun dan pengikut-pengikutnya, Selanjutnya surat ini menerangkan keadaan orang-orang musyrik pada hari kiamat dan bagaimana kedahsyatan hari kiamat itu.

HUBUNGAN SURAT AN-NAAZI’AAT DENGAN SURAT ’ABASA:
Pada akhir surat An-Naazi’aat diterangkan bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam hanyalah pemberi peringatan kepada orang-orang yang takut kepada hari kiamat, sedang pada permulaan surat ’Abasa dibayangkan bahwa dalam memberikan peringatan itu hendaklah memberikan penghargaan yang sama kepada orang-orang yang diberi peringatan dengan tidak memandang kedudukan seseorang dalam masyarakat.


(1) Dalam ayat 1 s/d 5 Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang bermacam-macam sifat dan urusannya bahwa manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat. Sebagian ahli Tafsir berpendapat bahwa dalam ayat-ayat ini, kecuali ayat 5, Allah bersumpah dengan bintang-bintang.

(2) Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati, mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian itu.

(3) Kata-kata ini mereka ucapkan adalah sebagai ejekan saja bukan karena mereka percaya akan hari berbangkit.

(4) Karena hebatnya suasana hari berbangkit itu, mereka merasa bahwa hidup di dunia adalah sebentar saja.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...