Archive for Maret 21st, 2011

Surat Nuh سورة نوح

Posted on 21 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

NUH
(Nabi Nuh)

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An-Nahl.
Dinamakan dengan surat “Nuh” karena surat ini seluruhnya menjelaskan dakwah dan do’a Nabi Nuh ‘alaihissalam.

Pokok-pokok isinya:

Ajakan Nabi Nuh ‘alaihissalam kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta bertobat kepadanya; perintah memperhatikan kejadian alam semesta, dan kejadian manusia yang merupakan manifestasi kebesaran Allah; siksaan Allah di dunia dan akhirat bagi kaum Nuh yang tetap kafir; do’a Nabi Nuh ‘alaihissalam.

سورة نوح
(NABI NUH)
Surat ke 71 : 28 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

KISAH NUH DENGAN KAUMNYA.
Seruan Nabi Nuh ‘alaihissalam kepada kaumnya.

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
1. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”.

قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ
2. Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,

أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ
3. (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan ta’atlah kepadaku,

يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَآءَ لاَ يُؤَخَّرُ لَوْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
4. niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu[1]sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”.

Pengaduan Nuh ‘alaihissalam kepada Allah tentang keingkaran kaumnya.

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلاً وَنَهَارًا
5. Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلاَّ فِرَارًا
6. maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).

وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا
7. Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.

ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا
8. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan[2],

ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا
9. kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam[3],

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
10. maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,

يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا
12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

مَّا لَكُمْ لاَ تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا
13. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?

وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا
14. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian[4].

أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا
15. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا
16. Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

وَاللَّهُ أَنبَتَكُم مِّنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا
17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,

ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا
18. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا
19. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,

لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلاً فِجَاجًا
20. supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”.

قَالَ نُوحٌ رَّبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَن لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلاَّ خَسَارًا
21. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,

وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا
22. dan melakukan tipu-daya yang amat besar”.

وَقَالُوا لاَ تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلاَ تَذَرُنَّ وَدًّا وَلاَ سُوَاعًا وَلاَ يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
23. Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq dan nasr[5] .

وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا وَلاَ تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلاَّ ضَلَالاً
24. Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.

Azab yang ditimpakan kepada kaum Nuh ‘alaihissalam

مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ أَنصَارًا
25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah[6].

وَقَالَ نُوحٌ رَّبِّ لاَ تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا
26. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

إِنَّكَ إِن تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلاَ يَلِدُوا إِلاَّ فَاجِرًا كَفَّارًا
27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلاَ تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلاَّ تَبَارًا
28. Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan”.

PENUTUP

Surat Nuh menjelaskan dakwah Nabi Nuh ‘alaihissalam kepada kaumnya dan tantangan mereka, kemudian azab yang ditimpakan kepada mereka.

HUBUNGAN SURAT NUH DENGAN SURAT AL-JIN:

1.      Kedua surat ini mempunyai persamaan antara lain:

Menerangkan azab yang akan ditimpakan atas mereka yang durhaka.

2.      Dalam surat Nuh, Allah memerintahkan supaya minta ampun kepada-Nya, niscaya Dia melimpahkan harta dan anak sedang dalam Al-Jin dijelaskan bahwa mereka yang hidup di atas jalan yang benar, akan mendapat rezeki yang besar dari Allah.

 


(1) Maksudnya: memanjangkan umurmu.

(2) Dakwah ini dilakukan setelah dakwah dengan cara diam-diam tidak berhasil.

(3) Sesudah melakukan dakwah secara diam-diam kemudian secara terang-terangan namun tidak juga berhasil maka Nabi Nuh ‘alaihissalam melakukan kedua cara itu dengan sekaligus.

(4) Lihat surat Al-Mu’minun ayat 12, 13 dan 14.

(5) Wadd, Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr adalah nama berhala-berhala yang terbesar pada qabilah-qabilah kaum Nuh, yang semula nama-nama orang shaleh.

(6) Maksudnya: berhala-berhala mereka tidak dapat memberi pertolongan kepada mereka. Hanya Allah yang dapat menolong mereka. Tetapi karena mereka menyembah berhala, maka Allah tidak memberi pertolongan.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Jin سورة الجن

Posted on 21 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-JIN
(Jin)

MUQADDIMAH

Surat Al-Jin terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-A’raaf.
Dinamai “Al-Jin” (jin) diambil dari perkataan “Al-Jin” yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Al-Qur’an dan mereka mengikuti ajaran Al-Qur’an tersebut.

Pokok-pokok isinya:

Pengetahuan tentang jin diperoleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dengan jalan wahyu, pernyataan iman segolongan jin kepada Allah; jin ada yang muk’min ada pula yang kafir, janji Allah kepada jin dan manusia untuk melimpahkan rezeki-Nya kalau mereka mengikuti jalan yang lurus; janji perlindungan Allah terhadap Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan wahyu yang dibawanya.

سورة الجن
(JIN)
Surat ke 72 : 28 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

ISLAMNYA JIN SETELAH MENDENGAR AL-QUR’AN.

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
1. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an), lalu mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan,

يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا
2. (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami,

وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا
3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.

وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا
4. Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah[1],

وَأَنَّا ظَنَنَّا أَن لَّن تَقُولَ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا
5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan[2] kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا
7. Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Makkah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَآءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا
8. dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَن يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَّصَدًا
9. dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang[3] barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

وَأَنَّا لاَ نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا
10. Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
11. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

وَأَنَّا ظَنَنَّا أَن لَّن نُّعجِزَ اللَّهَ فِي الْأَرْضِ وَلَن نُّعْجِزَهُ هَرَبًا
12. Dan sesungguhnya kami mengetahui, bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada) Nya dengan lari.

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى آمَنَّا بِهِ فَمَن يُؤْمِن بِرَبِّهِ فَلاَ يَخَافُ بَخْسًا وَلاَ رَهَقًا
13. Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
14. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta’at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang ta’at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.

وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا
15. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api neraka Jahannam”.

وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّآءً غَدَقًا
16. Dan bahwasanya: jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).

لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَمَن يُعْرِضْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا
17. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
18. Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا
19. Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.

PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP WAHYU YANG DITURUNKAN KEPADA NABI.

قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَآ أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا
20. Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya”.

قُلْ إِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلاَ رَشَدًا
21. Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfa’atan”.

قُلْ إِنِّي لَن يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا
22. Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya”.

إِلاَّ بَلاَغًا مِّنَ اللَّهِ وَرِسَالاَتِهِ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا
23. Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

حَتَّى إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ أَضْعَفُ نَاصِرًا وَأَقَلُّ عَدَدًا
24. Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya.

قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَّا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا
25. Katakanlah: “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu, masa yang panjang?”.

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا
26. (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.

إِلاَّ مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا
27. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

لِيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالاَتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا
28. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

PENUTUP

Surat Al-Jin menerangkan bahwa Al-Qur’an di samping petunjuk bagi manusia juga sebagai petunjuk bagi jin.

HUBUNGAN SURAT AL-JIN DENGAN SURAT AL-MUZZAMMIL:

1.      Surat Al-Jin menerangkan ketakjuban segolongan jin yang mendengarkan pembacaan Al-Qur’an, sedang pada surat Al-Muzzammil Allah memerintahkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam membaca Al-Qur’an pada waktu malam.

2.      Pada surat Al-Jin diterangkan bahwa orang-orang kafir Makkah selalu mengganggu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bila beliau shalat sedang surat Al-Muzzammil memerintahkan agar Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat malam untuk menguatkan jiwanya.

 


(1) Yang dimaksud dengan perkataaan yang melampaui batas, ialah mengatakan bahwa Allah mempunyai isteri dan anak. Menurut Ibnu Katsir rahimahullah, perkataan ini diucapkan sebelum jin itu masuk Islam.

(2) Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu.

(3) Yang dimaksud dengan “sekarang” ialah waktu sesudah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam diutus menjadi rasul.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Muzzammil سورة المزمل

Posted on 21 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-MUZZAMMIL
(Orang Yang Berselimut)

MUQADDIMAH

Surat Al-Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qalam.
Dinamai “Al-Muzzammil” (orang yang berselimut) diambil dari perkataan “Al-Muzzammil” yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan “orang yang berkemul” ialah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

Pokok-pokok isinya:

Petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menguatkan rohani guna persiapan menerima wahyu, yaitu dengan bangun di malam hari untuk shalat tahajud, membaca Al-Qur’an dengan tartil; bertasbih dan bertahmid; perintah bersabar terhadap celaan orang-orang yang mendustakan Rasul. Akhirnya kepada umat Islam diperintahkan untuk shalat tahajud, berjihad di jalan Allah, membaca Al-Qur’an, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membelanjakan harta di jalan Allah dan memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

سورة المزمل
(ORANG YANG BERSELIMUT)
Surat ke 73 : 20 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

PETUNJUK-PETUNJUK ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DALAM BERDA’WAH.
Kewajiban shalat malam atas Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),

قُمِ اللَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً
2. bangunlah (untuk shalat) di malam hari[1] kecuali sedikit (daripadanya),

نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit,

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً
4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيلاً
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْءًا وَأَقْوَمُ قِيلاً
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

إِنَّ لَكَ فِي اَلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلاً
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلاً
8. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلاً
9. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

Beberapa petunjuk lainnya untuk Nabi Muhammad s.a.w.

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلاً
10. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلاً
11. Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.

إِنَّ لَدَيْنَا أَنكَالاً وَجَحِيمًا
12. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang bernyala-nyala,

وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا
13. dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.

يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَّهِيلًا
14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan.

إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولاً شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولاً
15. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Makkah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun.

فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلاً
16. Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِن كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا
17. Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.

السَّمَآءُ مُنفَطِرٌ بِهِ كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولاً
18. Langit (pun) menjadi pecah belah pada hari itu karena Allah. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.

إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَن شَآءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلاً
19. Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya.

BEBERAPA PETUNJUK BAGI KAUM MUSLIMIN.

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَى وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

PENUTUP

Surat Al-Muzzammil menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan petunjuk-petunjuk Allah untuk menguatkan jiwa bagi seseorang yang akan melakukan tugas yang berat.

HUBUNGAN SURAT AL-MUZZAMMIL DENGAN SURAT AL-MUDDATSTSIR:

1.      Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan seruan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

2.      Surat Al-Muzzammil berisi perintah bangun di malam hari shalat tahajud dan memahami Al-Qur’an untuk menguatkan jiwa seseorang sedang surat Al-Muddatstsir berisi perintah melakukan dakwah menyucikan diri, dan bersabar.

 


(1) Shalat malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surat ini. Setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunat.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Muddatstsir سورة المدثر

Posted on 21 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-MUDDATSTSIR
(Orang Yang Berkemul)

MUQADDIMAH

Surat Al-Muddatstsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Muzzammil.
Dinamai “Al-Muddatstsir” (orang yang berkemul) diambil dari perkataan “Al-Muddatstsir” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Perintah untuk mulai berdakwah mengagungkan Allah, membersihkan pakaian, menjauhi maksiat, memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah; Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan mendustakan Al Qur’an; tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

سورة المدثر
(ORANG YANG BERKEMUL)
Surat ke 74 : 56 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

PERINTAH KEPADA NABI UNTUK BERDAKWAH.
Beberapa petunjuk dalam berdakwah.

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ
1. Hai orang yang berkemul (berselimut),

قُمْ فَأَنذِرْ
2. bangunlah, lalu berilah peringatan!

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
3. dan Tuhanmu agungkanlah,

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
4. dan pakaianmu bersihkanlah,

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
5. dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah,

وَلاَ تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ
6. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ
7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ
8. Apabila ditiup sangkakala,

فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ
9. maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,

عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ
10. bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.

Orang yang ingkar urusannya kepada Allah.

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا
11. Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian[1].

وَجَعَلْتُ لَهُ مَالاً مَّمْدُودًا
12. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,

وَبَنِينَ شُهُودًا
13. dan anak-anak yang selalu bersama dia,

وَمَهَّدتُّ لَهُ تَمْهِيدًا
14. dan Ku lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ
15. kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.

كَلاَّ إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا
16. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Qur’an).

سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا
17. Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.

إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
18. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
19. maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
20. Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,

ثُمَّ نَظَرَ
21. Kemudian dia memikirkan,

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ
22. sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,

ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ
23. kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلاَّ سِحْرٌ يُؤْثَرُ
24. lalu dia berkata: “(Al Qur’an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),

إِنْ هَذَا إِلاَّ قَوْلُ الْبَشَرِ
25. ini tidak lain hanyalah perkataan manusia”.

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ
26. Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ
27. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?

لاَ تُبْقِي وَلاَ تَذَرُ
28. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan[2].

لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ
29. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ
30. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلاَّ مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلاَّ فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا وَلاَ يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلاً كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِي مَن يَشَآءُ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلاَّ هُوَ وَمَا هِيَ إِلاَّ ذِكْرَى لِلْبَشَرِ
31. Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

Yang menerima dakwah akan mendapat pahala dan yang menolaknya akan masuk neraka.

كَلاَّ وَالْقَمَرِ
32. Sekali-kali tidak[3], demi bulan,

وَاللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ
33. dan malam ketika telah berlalu,

وَالصُّبْحِ إِذَا أَسْفَرَ
34. dan subuh apabila mulai terang.

إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ
35. Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,

نَذِيرًا لِّلْبَشَرِ
36. sebagai ancaman bagi manusia.

لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ
37. (yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur[4].

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
38. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

إِلاَّ أَصْحَابَ الْيَمِينِ
39. kecuali golongan kanan,

فِي جَنَّاتٍ يَتَسَآءَلُونَ
40. berada di dalam surga, mereka tanya menanya,

عَنِ الْمُجْرِمِينَ
41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ
42. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”

قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
43. Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ
44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ
45. dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ
46. dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ
47. hingga datang kepada kami kematian”.

فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ
48. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ
49. Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?”,

كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنفِرَةٌ
50. seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,

فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةٍ
51. lari daripada singa.

بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَى صُحُفًا مُّنَشَّرَةً
52. Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.

كَلاَّ بَل لاَ يَخَافُونَ الْآخِرَةَ
53. Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.

كَلاَّ إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ
54. Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah peringatan.

فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُ
55. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Qur’an).

وَمَا يَذْكُرُونَ إِلاَّ أَن يَشَآءَ اللَّهُ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ
56. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

PENUTUP

Surat ini mengandung perintah Allah kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam untuk melakukan dakwah, disertai ancaman bagi orang yang menghalang-halangi dakwah.

HUBUNGAN SURAT AL-MUDDATSTSIR DENGAN SURAT AL-QIYAMAH:

1.      Surat Al-Muddatstsir menerangkan bahwa walaupun keterangan apa saja yang dikemukakan kepada orang kafir mereka tidak percaya kepada adanya hari akhirat dan tidak takut kepadanya, sedang pada surat Al-Qiyaamah, Allah menegaskan bahwa hari kiamat itu pasti terjadi disertai dengan bukti-buktinya.

2.      Dalam surat Al-Muddatstsir diterangkan bahwa orang-orang kafir mendustakan Al-Qur’an, sedang dalam surat Al-Qiyaamah Allah menjamin tetapnya Al-Qur’an dalam ingatan Nabi dan mengajarkan bacaannya.

 


(1) Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan mengenai seorang kafir Mekah, pemimpin Quraisy bernama Al-Walid bin Mughirah.

(2) Yang dimaksud dengan “tidak meninggalkan dan tidak membiarkan” ialah apa yang dilemparkan ke dalam neraka itu diazabnya sampai binasa kemudian dikembalikannya sebagai semula untuk diazab kembali.

(3) “Sekali-sekali tidak” adalah bantahan terhadap ucapan-ucapan orang-orang musyrik yang mengingkari hal-hal tersebut di atas.

(4) Yang dimaksud dengan “maju” ialah maju menerima peringatan dan yang dimaksud dengan “mundur” ialah tidak mau menerima peringatan.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Qiyaamah سورة القيامة

Posted on 21 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-QIYAAMAH
(Hari Kiamat)

MUQADDIMAH

Surat Al-Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qaari’ah.
Dinamai “Al-Qiyaamah” (hari kiamat) diambil dari perkataan “Al-Qiyaamah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Kepastian terjadinya hari kiamat dan huru-hara yang terjadi padanya; jaminan Allah terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dalam dada Nabi sehingga Nabi tidak lupa tentang urutan arti dan pembacaannya; celaan Allah kepada orang-orang musyrik yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat; keadaan manusia di waktu sakaratul maut.

سورة القيامة
(HARI KIAMAT)
Surat ke 75 : 40 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

HARI KIAMAT DAN HURU HARANYA.
Kekuasaan Allah menghidupkan manusia seperti semula.

لاَ أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ
1. Aku bersumpah dengan hari kiamat,

وَلاَ أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
2. dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)[1].

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَلَّن نَجْمَعَ عِظَامَهُ
3. Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُ
4. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

بَلْ يُرِيدُ الْإِنسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ
5. Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.

يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ
6. Ia bertanya: “Bilakah hari kiamat itu?”

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ
7. Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),

وَخَسَفَ الْقَمَرُ
8. dan apabila bulan telah hilang cahayanya,

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
9. dan matahari dan bulan dikumpulkan,

يَقُولُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ
10. pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat lari?”

كَلاَّ لاَ وَزَرَ
11. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!

إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ
12. Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.

يُنَبَّأُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
13. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.

بَلِ الْإِنسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
14. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri[2],

وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ
15. meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.

Tertib ayat-ayat dan surat-surat dalam Al Qur’an menurut ketentuan Allah.

لاَ تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ
16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya[3].

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ
17. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ
19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya.

كَلاَّ بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ
20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,

وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ
21. dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ
22. Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.

إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
23. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ
24. Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,

تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ
25. mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.

Keadaan manusia di saat sakaratul maut.

كَلاَّ إِذَا بَلَغَتْ التَّرَاقِيَ
26. Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,

وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ
27. dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”,

وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ
28. dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),

وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ
29. dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)[4],

إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ
30. kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.

فَلاَ صَدَّقَ وَلاَ صَلَّى
31. Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Qur’an) dan tidak mau mengerjakan shalat,

وَلَكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّى
32. tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى
33. kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong).

أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى
34. Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu,

ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى
35. kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu[5].

Manusia dijadikan Allah tidak dengan sia-sia.

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى
36. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَى
37. Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى
38. kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,

فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى
39. lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki laki dan perempuan.

أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَى
40. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

PENUTUP

Surat Al-Qiyaamah menerangkan tentang hari kiamat, disertai dengan bukti-buktinya dan keadaan pada hari kiamat tersebut.

HUBUNGAN SURAT AL-QIYAAMAH DENGAN SURAT AL-INSAAN:

1.      Surat Al-Qiyaamah diakhiri dengan peringatan kepada manusia akan asal kejadiannya, sedang surat Al-Insaan dimulai pula dengan peringatan tersebut serta memberinya petunjuk akan jalan yang membawa manusia kepada kesempurnaan.

2.      Kedua surat ini sama-sama mencela orang-orang yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat.

3.      Surat Al Qiyaamah menerangkan huru-hara pada hari kiamat dan azab yang dialami orang-orang kafir di waktu itu, sedang surat Al Insaan menerangkan keadaan yang dialami orang-orang yang bertakwa dan berbakti, di akhirat dan di dalam surga nanti.

 


(1) Maksudnya: bila ia berbuat kebaikan ia juga menyesal kenapa ia tidak berbuat lebih banyak, apalagi kalau ia berbuat kejahatan.

(2) Maksud ayat ini ialah, bahwa anggota-anggota badan manusia menjadi saksi terhadap pekerjaan yang telah mereka lakukan seperti tersebut dalam surat An-Nur ayat 24.

(3) Maksudnya: Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril ‘alaihissalam kalimat demi kalimat, sebelum Jibril ‘alaihissalam selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.

(4) Karena hebatnya penderitaan di saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat.

(5) Kutukan terhadap orang kafir ini diulang-ulang sampai empat kali: pertama di saat ia akan mati, kedua ketika ia dalam kubur, ketiga pada waktu hari berbangkit dan keempat dalam neraka jahannam

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Surat Al-Insaan سورة الإنسان

Posted on 21 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-INSAAN
(Manusia)

MUQADDIMAH

Surat Al-Insan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar-Rahman. Dinamai “Al-Insaan” (manusia) diambil dari perkataan “Al-Insaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Penciptaan manusia; petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus; memenuhi nazar, memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah; takut kepada hari kiamat; mengerjakan shalat dan shalat tahajud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah, ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

سورة الإنسان
(MANUSIA)
Surat ke 76 : 31 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

KEHIDUPAN MANUSIA MENUJU KESEMPURNAAN.
Proses kejadian manusia.

هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا
1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا
3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلاَسِلاَ وَأَغْلاَلاً وَسَعِيرًا
4. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

Balasan Allah kepada orang-orang yang berbuat kebajikan dan tingkatan-tingkatan balasan itu.

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا
5. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur[2].

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا
6. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا
7. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لاَ نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلاَ شُكُورًا
9. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا
10. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.

فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا
11. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.

وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
12. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,

مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ لاَ يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلاَ زَمْهَرِيرًا
13. di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلاَلُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلاً
14. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.

وَيُطَافُ عَلَيْهِم بِآنِيَةٍ مِّن فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا
15. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,

قَوَارِيرَ مِن فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا
16. (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلاً
17. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّى سَلْسَبِيلاً
18. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.

وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنثُورًا
19. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا
20. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا
21. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.

إِنَّ هَذَا كَانَ لَكُمْ جَزَآءً وَكَانَ سَعْيُكُم مَّشْكُورًا
22. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan).

Tuntunan-tuntunan Allah kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنزِيلاً
23. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلاَ تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا
24. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
25. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيلاً
26. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.

إِنَّ هَؤُلَآءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَآءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلاً
27. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat ( hari akhirat).

نَحْنُ خَلَقْنَاهُمْ وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْ وَإِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلاً
28. Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.

إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَن شَآءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلاً
29. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.

وَمَا تَشَاؤُونَ إِلاَّ أَن يَشَآءَ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
30. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

يُدْخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
31. Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

PENUTUP

Surat Al-Insaan menerangkan bahwa setelah manusia diciptakan, manusia diberi petunjuk untuk mencari kehidupan yang sempurna, ada yang mengikuti dan ada yang tidak mengikutinya, ganjaran bagi mereka yang mengikuti dan ancaman bagi mereka yang tidak mengikutinya.

HUBUNGAN SURAT AL-INSAAN DENGAN SURAT AL-MURSALAAT:

1.      Surat Al-Insaan menerangkan tentang ancaman Allah terhadap orang-orang yang durhaka, sedang pada surat Al-Mursalaat Allah bersumpah bahwa semua ancamannya itu pasti terjadi.

2.      Surat Al-Insaan menerangkan tentang kejadian manusia secara umum, sedang surat Al-Mursalaat menerangkan kejadian itu secara terperinci.


(1) Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.

(2) Kafur ialah nama suatu mata air di surga yang airnya putih dan baunya sedap serta enak sekali rasanya.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Mursalaat سورة المرسلات

Posted on 21 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-MURSALAAT
(MALAIKAT-MALAIKAT YANG DIUTUS)

MUQADDIMAH

Surat Al-Mursalaat terdiri atas 50 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Humazah.
Dinamai “Al-Mursalaat” (Malaikat-Malaikat yang diutus), diambil dari perkataan “Al-Mursalaat” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Penegasan Allah bahwa semua yang diancamkan-Nya pasti terjadi; peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum hari berbangkit; peringatan Allah akan kehancuran umat-umat yang dahulu yang mendustakan nabi-nabi dan asal kejadian manusia dari air yang hina; keadaan orang kafir dan orang mu’min di hari kiamat.

سورة المرسلات
(MALAIKAT-MALAIKAT YANG DIUTUS)
Surat ke 77 : 50 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

KEADAAN MANUSIA DI HARI KEPUTUSAN.
Segala ancaman Allah pasti terjadi.

وَالْمُرْسَلاَتِ عُرْفًا
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,

فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا
2. dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya[1],

وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا
3. dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya[2],

فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا
4. dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya,

فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا
5. dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,

عُذْرًا أَوْ نُذْرًا
6. untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan,

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ
7. sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi.

فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ
8. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan,

وَإِذَا السَّمَآءُ فُرِجَتْ
9. dan apabila langit telah dibelah,

وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ
10. dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,

وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ
11. dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)[3].

لِأَيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ
12. (Niscaya dikatakan kepada mereka:) “Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?”

لِيَوْمِ الْفَصْلِ
13. Sampai hari keputusan.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ
14. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
15. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ
16. Bukankah kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu?

ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ
17. Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian.

كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ
18. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
19. Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّآءٍ مَّهِينٍ
20. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?[4],

فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ
21. Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim),

إِلَى قَدَرٍ مَّعْلُومٍ
22. sampai waktu yang ditentukan,

فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
23. lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
24. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا
25. Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul,

أَحْيَآءً وَأَمْوَاتًا
26. orang-orang hidup dan orang-orang mati?[5],

Azab-azab yang ditimpakan atas orang-orang yang mendustakan kebenaran dan balasan kepada orang-orang yang bertakwa.

وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُم مَّآءً فُرَاتًا
27. dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar?

وَيْلٌ يوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
28. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

انطَلِقُوا إِلَى مَا كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ
29. (Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat): “Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya.

انطَلِقُوا إِلَى ظِلٍّ ذِي ثَلاَثِ شُعَبٍ
30. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang[6],

لاَ ظَلِيلٍ وَلاَ يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ
31. yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka”.

إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ
32. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana,

كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ
33. seolah-olah ia iringan unta yang kuning.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
34. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

هَذَا يَوْمُ لاَ يَنطِقُونَ
35. Ini adalah hari, yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu),

وَلاَ يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ
36. dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
37. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ
38. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu.

فَإِن كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ
39. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
40. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ
41. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air.

وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ
42. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini.

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
43. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan”.

إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنينَ
44. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
45. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلاً إِنَّكُم مُّجْرِمُونَ
46. (Dikatakan kepada orang-orang Kafir): “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa”.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
47. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لاَ يَرْكَعُونَ
48. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ruku’lah”, niscaya mereka tidak mau ruku’[7].

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
49. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
50. Maka kepada perkataan apakah selain Al Qur’an ini mereka akan beriman?

PENUTUP

Surat Al-Mursalaat menerangkan azab yang akan diderita oleh orang-orang yang menolak kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana azab yang telah diderita umat-umat yang dahulu yang menolak kebenaran yang dibawa rasul-rasul mereka.

HUBUNGAN SURAT AL-MURSALAAT DENGAN SURAT AN-NABA’:

1.      Kedua surat ini sama-sama menerangkan keadaan neraka tempat orang-orang kafir menerima azab, dan keadaan surga tempat orang-orang yang bertakwa merasakan nikmat dari Allah.

2.      Dalam surat Al Mursalaat diterangkan tentang “yaumul fashl” (hari keputusan) secara umum sedang surat An Naba’ menjelaskannya.

 


(1) Maksudnya: terbang untuk melaksanakan perintah Tuhannya.

(2) Di waktu malaikat turun untuk membawa wahyu, sebagian ahli Tafsir berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan “an-naasyiraat” ialah angin yang bertiup dengan membawa hujan.

(3) Maksudnya: waktu untuk berkumpul bersama-sama beserta umat mereka masing-masing.

(4) Yang dimaksud dengan “air yang hina” ialah air mani.

(5) Maksudnya: bumi mengumpulkan orang-orang hidup di permukaannya dan orang-orang mati dalam perutnya.

(6) Yang dimaksud dengan “naungan” di sini bukanlah naungan untuk berteduh, akan tetapi asap api neraka yang mempunyai tiga gejolak, yaitu di kanan, di kiri dan di atas. Ini berarti bahwa azab itu mengepung orang-orang kafir dari segala penjuru.

(7) Sebagian ahli Tafsir mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan ruku’ di sini ialah tunduk kepada perintah Allah; dan sebagian yang lainnya mengatakan, maksudnya ialah shalat.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...