Archive for Maret 22nd, 2011

Surat Al-Qalam سورة القلم

Posted on 22 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-QALAM
(Kalam)

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-’Alaq.
Nama “Al-Qalam” diambil dari kata Al-Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “pena”. Surat ini dinamai pula dengan surat “Nun” (huruf “nun”).

Pokok-pokok isinya:

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung; larangan bertoleransi di bidang kepercayaan; larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah; nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah; kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka; Al-Qur’an adalah peringatan bagi seluruh umat.

سورة القلم
(KALAM)
Surat ke 68 : 52 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

BANTAHAN ALLAH TERHADAP TUDUHAN-TUDUHAN ORANG KAFIR KEPADA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM.
Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang berakhlak agung.

ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
1. Nun[1], demi qalam dan apa yang mereka tulis,

مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ
2. berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.

وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ
3. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ
5. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat,

بِأَييِّكُمُ الْمَفْتُونُ
6. siapa di antara kamu yang gila.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Larangan menta’ati orang-orang yang mendustakan kebenaran.

فَلاَ تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ
8. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).

وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ
9. Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).

وَلاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَّهِينٍ
10. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,

هَمَّازٍ مَّشَّآءٍ بِنَمِيمٍ
11. yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,

مَنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
12. yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,

عُتُلٍّ بَعْدَ ذَلِكَ زَنِيمٍ
13. yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,

أَن كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ
14. karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak[2].

إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
15. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.”

سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ
16. Kelak akan kami beri tanda dia di belalai-(nya)[3].

ALLAH TELAH MENIMPAKAN COBAAN KEPADA ORANG-ORANG KAFIR SEBAGAI YANG DITIMPAKAN KEPADA PEMILIK-PEMILIK KEBUN.

إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ
17. Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Makkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari,

وَلاَ يَسْتَثْنُونَ
18. dan mereka tidak mengucapkan: “Insyaa Allah”,

فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ
19. lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur,

فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ
20. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita[4].

فَتَنَادَوا مُصْبِحِينَ
21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:

أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَارِمِينَ
22. “Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya”.

فَانطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ
23. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan.

أَن لاَّ يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ
24. “Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu”.

وَغَدَوْا عَلَى حَرْدٍ قَادِرِينَ
25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ
26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ
27. bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)[5].

قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلاَ تُسَبِّحُونَ
28. Berkatalah seorang yang paling baik fikirannya di antara mereka: “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?[6].

قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ
29. Mereka mengucapkan: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَلاَوَمُونَ
30. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela.

قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ
31. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas”.

عَسَى رَبُّنَا أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا رَاغِبُونَ
32. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.

كَذَلِكَ الْعَذَابُ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
33. Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui[7].

ALLAH SEKALI-KALI TIDAK MENYAMAKAN ORANG-ORANG YANG BAIK DENGAN ORANG-ORANG YANG BURUK.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ
34. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ
35. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)[8]?

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
36. Mengapa kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ
37. Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu membacanya?,

إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ
38. bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu.

أَمْ لَكُمْ أَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ
39. Atau apakah kamu memperoleh janji-janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat; sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?

سَلْهُم أَيُّهُم بِذَلِكَ زَعِيمٌ
40. Tanyakanlah kepada mereka: “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?”

أَمْ لَهُمْ شُرَكَآءُ فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَآئِهِمْ إِن كَانُوا صَادِقِينَ
41. Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang benar.

يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلاَ يَسْتَطِيعُونَ
42. Pada hari betis disingkapkan[9] dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa[10].

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ
43. (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera[11].

فَذَرْنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَذَا الْحَدِيثِ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ
44. Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Qur’an). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui,

وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ
45. dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.

أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُم مِّن مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُونَ
46. Ataukah kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka diberati dengan hutang?

أَمْ عِندَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ
47. Ataukah ada pada mereka ilmu tentang yang ghaib lalu mereka menulis (padanya apa yang mereka tetapkan)?

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلاَ تَكُن كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَى وَهُوَ مَكْظُومٌ
48. Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdo’a sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).

لَوْلاَ أَن تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِّن رَّبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ
49. Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.

فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ
50. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.

وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
51. Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Qur’an dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila[12] .

وَمَا هُوَ إِلاَّ ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ
52. Dan Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.

PENUTUP

Surat Al-Qalam berisi bantahan dari orang-orang musyrikin terhadap Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan memperingatkan agar jangan mengikuti kemauan mereka. Mereka ini mendapat penghinaan pada hari kiamat akibat perbuatan mereka.

HUBUNGAN SURAT AL-QALAM DENGAN SURAT AL-HAAQQAH:

1.      Dalam surat Al-Qalam disebutkan tentang hari kiamat secara umum, sedang dalam surat Al-Haaqqah dijelaskan secara terperinci peristiwa-peristiwa hari kiamat itu.

2.      Dalam surat Al-Qalam diterangkan orang-orang yang mendustakan Al-Qur’an dan ancaman azab atas mereka, sedang dalam surat Al-Haaqqah, diterangkan orang-orang zaman dahulu yang mendustakan rasul-rasul dan macam-macam azab yang telah menimpa mereka.

3.      Dalam surat Al-Qalam, Allah membantah tuduhan orang-orang musyrikin bahwa Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam orang gila, sedang dalam surat Al-Haaqqah Allah membantah tuduhan bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam seorang penyair.


(1) Lihat not ayat 1 surat Al Baqarah.

(2) Orang yang punya banyak anak dan harta lebih mudah dia mendapat pengikut. Tapi jika ia mempunyai sifat-sifat seperti tersebut pada ayat 10-13, tidaklah dia dapat diikuti.

(3) Yang dimaksud dengan “belalai” di sini ialah hidung. Dipakai belalai di sini sebagai penghinaan.

(4) Maksudnya: maka terbakarlah kebun itu dan tinggallah arang-arangnya yang hitam seperti malam.

(5) Mereka mengatakan ini setelah mereka yakin bahwa yang dilihat mereka adalah kebun mereka sendiri.

(6) Yang dimaksud bertasbih kepada Tuhan ialah mensyukuri ni’mat-Nya dan tidak meniatkan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Tuhan seperti: meniatkan tidak akan memberi fakir miskin.

(7) Allah menerangkan bahwa Dia mencobai penduduk Makkah dengan menganugrahi mereka ni’mat-ni’mat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak sebagaimana Allah telah mencobai pemilik-pemilik kebun, seperti yang diterangkan pada ayat 17-33. Akhirnya pemilik kebun itu insaf dan bertaubat kepada Tuhan. Demikian pula penduduk Makkah yang kemudian menjadi insaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Makkah.

(8) Maksudnya: sama tentang balasan yang disediakan Allah untuk mereka masing-masing.

(9) Yang dimaksud dengan betis disingkapkan ialah menggambarkan keadaan orang yang sedang ketakutan yang hendak lari karena hebatnya huru-hara hari kiamat.

(10) Mereka diminta sujud itu adalah untuk menguji keimanan mereka padahal mereka tidak sanggup lagi karena persendian tulang-tulang mereka telah lemah dan azab sudah meliputi mereka.

(11) Maksudnya ialah bahwa mereka berkesempatan untuk melakukan sujud, tetapi mereka tidak melakukannya.

(12) Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat membinasakan binatang atau manusia dengan menujukan pandangannya yang tajam. Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, tetapi Allah memeliharanya, sehingga terhindar dari bahaya itu, sebagaimana dijanjikan Allah dalam surat Al Maidah ayat 67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang dikenal dengan hypnotisme.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Haaqqah سورة الحاقة

Posted on 22 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-HAAQQAH
(Hari Kiamat)

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al-Mulk.
Nama “Al-Haaqqah” diambil dari kata “Al-Haaqqah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “hari kiamat”.

Pokok-pokok isinya:

Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ’Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasul-rasul mereka pada hari kiamat; kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab; penegasan Allah bahwa Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Allah.

سورة الحاقة
(HARI KIAMAT)
Surat ke 69 : 52 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

KEPASTIAN ADANYA HARI KIAMAT.
Orang-orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa.

الْحَآقَّةُ
1. Hari kiamat[1],

مَا الْحَآقَّةُ
2. apakah hari kiamat itu?

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَآقَّةُ
3. Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ
4. Kaum Tsamud dan ’Aad telah mendustakan hari kiamat[2].

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ
5. Adapun kaum Tsamud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa[3],

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
6. Adapun kaum ’Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ
7. yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ’Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

فَهَلْ تَرَى لَهُم مِّن بَاقِيَةٍ
8. Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka[4].

وَجَآءَ فِرْعَوْنُ وَمَن قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ
9. Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar[5].

فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَّابِيَةً
10. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَآءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ
11. Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang), kamu[6] ke dalam bahtera,

لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ
12. agar kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

Peristiwa-peristiwa di waktu terjadinya hari kiamat.

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ
13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup[7].

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

وَانشَقَّتِ السَّمَآءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ
16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ
17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ’Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لاَ تَخْفَى مِنكُمْ خَافِيَةٌ
18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

Saat berhisab dan peristiwa-peristiwa berikutnya.

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَؤُوا كِتَابِيهْ
19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[8] dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.

إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلاَقٍ حِسَابِيهْ
20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
22. dalam surga yang tinggi.

قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ
23. Buah-buahannya dekat,

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ
24. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari- hari yang telah lalu”.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ
25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini),

وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيهْ
26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku,

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ
27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيهْ
28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfa’at kepadaku.

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيهْ
29. Telah hilang kekuasaanku dariku”

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
30. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.”

ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ
31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ
32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

إِنَّهُ كَانَ لاَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ
33. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.

وَلاَ يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ
35. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.

وَلاَ طَعَامٌ إِلاَّ مِنْ غِسْلِينٍ
36. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

لاَ يَأْكُلُهُ إِلاَّ الْخَاطِؤُونَ
37. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

AL-QUR’AN BENAR-BENAR WAHYU ALLAH.

فَلاَ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
38. Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.

وَمَا لاَ تُبْصِرُونَ
39. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
40. Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلاً مَا تُؤْمِنُونَ
41. dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

وَلاَ بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ
42. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.

تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ
43. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
44. Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ
45. Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya[9].

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ
47. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ
48. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ
49. Dan sesungguhnya kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan (nya).

وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ
50. Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ
51. Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

PENUTUP

Surat Al-Haaqqah memberi peringatan kepada mereka yang tidak menaati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan memberikan contoh-contoh tentang azab yang ditimpakan kepada umat yang dahulu yang mengingkari rasul-rasul-Nya.

HUBUNGAN SURAT AL-HAAQQAH DENGAN SURAT AL-MA’AARIJ:

1.      Surat Al-Ma’aarij melengkapi surat Al-Haaqqah tentang gambaran hari kiamat dan hari berhisab.

2.      Dalam surat Al-Haaqqah disebutkan dua golongan manusia pada hari kiamat yaitu ahli surga yang menerima kitab dari sebelah kanannya dan ahli neraka yang menerima kitab dari sebelah kirinya, sedang surat Al-Ma’aarij menerangkan sifat-sifat kedua golongan itu.


(1) “Al-Haaqqah” menurut bahasa berarti “yang pasti terjadi”, Hari kiamat dinamai Al-Haaqqah karena dia pasti terjadi.

(2) Al-Qaari’ah menurut bahasa berarti “yang menggentarkan hati”, Hari Kiamat dinamakan Al-Qaari`ah karena dia menggetarkan hati.

(3) Yang dimaksud dengan “kejadian luar biasa itu” ialah petir yang amat keras yang menyebabkan suara yang mengguntur yang dapat menghancurkan.

(4) Maksudnya: mereka habis dihancurkan sama sekali dan tidak punya keturunan.

(5) Maksudnya: Umat-umat dahulu yang mengingkari Nabi-nabi seperti kaum Shaleh, kaum Syu’aib dan lain-lain dan negeri-negeri yang dijungkir balikkan ialah negeri-negeri kaum Luth. Sedang kesalahan yang dilakukan mereka ialah mendustakan para rasul.

(6) Yang dibawa dalam bahtera Nabi Nuh untuk diselamatkan ialah keluarga Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman selain anaknya yang durhaka.

(7) Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.

(8) Maksudnya: catatan amalan perbuatannya.

(9) Maksudnya: Kami beri tindakan sekeras-kerasnya.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Surat Al-Ma’aarij سورة المعارج

Posted on 22 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-MA’AARIJ
(Tempat-tempat Naik)

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Haaqqah.
Perkataan “Al-Ma’aarij” yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari “Mi’raj”, diambil dari perkataan Al-Ma’aarij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa tempat naik. Sedang para ahli tafsir memberi arti bermacam-macam, di antaranya ialah langit, ni’mat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ahli surga.

Pokok-pokok isinya:

Perintah bersabar kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dalam menghadapi ejekan-ejekan dan keingkaran orang-orang kafir, kejadian-kejadian pada hari kiamat; azab Allah tak dapat dihindarkan dengan tebusan apapun, sifat-sifat manusia yang mendorongnya ke api neraka; amal-amal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi; peringatan Allah akan mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik.

سورة المعارج
(TEMPAT-TEMPAT NAIK)
Surat ke 70 : 44 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

KEPASTIAN DATANGNYA AZAB KEPADA ORANG-ORANG KAFIR.

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ
1. Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi,

لِّلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ
2. Untuk orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,

مِّنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ
3. (Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.

تَعْرُجُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun[1].

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلاً
5. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا
6. Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil).

وَنَرَاهُ قَرِيبًا
7. Sedangkan kami memandangnya dekat (pasti terjadi).

يَوْمَ تَكُونُ السَّمَآءُ كَالْمُهْلِ
8. Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak.

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ
9. Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan),

وَلاَ يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا
10. Dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,

يُبَصَّرُونَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ
11. Sedang mereka saling melihat. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya.

وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ
12. Dan isterinya dan saudaranya,

وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْويهِ
13. Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).

وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ
14. Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.

كَلاَّ إِنَّهَا لَظَى
15. Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak,

نَزَّاعَةً لِّلشَّوَى
16. Yang mengelupaskan kulit kepala,

تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّى
17. Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama).

وَجَمَعَ فَأَوْعَى
18. Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya[2].

AJARAN ISLAM UNTUK MENGATASI SIFAT-SIFAT YANG JELEK PADA MANUSIA.

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا
20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,

إِلاَّ الْمُصَلِّينَ
22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,

الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاَتِهِمْ دَائِمُونَ
23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ
24. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
25. bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ
26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,

وَالَّذِينَ هُم مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ
27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.

إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ
28. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
29. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

إِلاَّ عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki[3] maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

فَمَنِ ابْتَغَى وَرَآءَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
31. Barangsiapa mencari yang di balik itu[4] maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
32. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

وَالَّذِينَ هُم بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ
33. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاَتِهِمْ يُحَافِظُونَ
34. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

أُوْلَئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُّكْرَمُونَ
35. Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

AZAB YANG MENGHINAKAN AKAN MENIMPA ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN ALLAH.

فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ
36. Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu,

عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ
37. Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?[5]

أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ
38. Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh keni’matan?,

كَلاَّ إِنَّا خَلَقْنَاهُم مِّمَّا يَعْلَمُونَ
39. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani)[6].

فَلاَ أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ
40. Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

عَلَى أَن نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ
41. Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّى يُلاَقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ
42. Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebathilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,

يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَى نُصُبٍ يُوفِضُونَ
43. (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ
44. dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.

PENUTUP

Surat Al-Ma’aarij menerangkan sifat-sifat yang buruk serta memberi petunjuk kepada jalan-jalan yang dapat mencapai kemuliaan dan derajat yang tinggi.

HUBUNGAN SURAT AL-MA’AARIJ DENGAN SURAT NUH:

1.      Pada akhir surat Al-Ma’aarij Allah menerangkan bahwa Dia berkuasa mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik, sedang dalam surat Nuh dibuktikan dengan penenggelaman kaum Nuh yang durhaka.

2.      Kedua surat ini dimulai dengan ancaman azab kepada orang-orang kafir.

 


(1) Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. Apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu lima puluh ribu tahun.

(2) Maksudnya: orang yang menyimpan hartanya dan tidak mau mengeluarkan zakat dan tidak pula menafkahkannya ke jalan yang benar.

(3) Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersamanya. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasaan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini.

(4) Maksudnya: zina, homosexual, dan sebagainya.

(5) Menurut keterangan sebagian ahli Tafsir, ayat ini berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah shalat dan membaca Al-Qur’an di dekat Ka’bah lalu orang-orang musyrikin berkumpul berkelompok-kelompok di hadapannya sambil mengejek dan mengatakan: “Jika orang-orang mukmin benar-benar akan masuk surga sebagaimana kata Muhammad kitalah yang akan masuk lebih dahulu”. Maka turunlah ayat 38.

(6) Yang dimaksud dengan ayat ini ialah, bahwa mereka orang-orang kafir diciptakan Allah dari air mani untuk beriman dan bertakwa kepada-Nya, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul. Jadi kalau mereka tidak beriman tidak berhak masuk surga.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...