Surat Al-Haaqqah سورة الحاقة

Posted on 22 Maret 2011. Filed under: Al-Qur'an | Tag:, , , , , |

AL-HAAQQAH
(Hari Kiamat)

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al-Mulk.
Nama “Al-Haaqqah” diambil dari kata “Al-Haaqqah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “hari kiamat”.

Pokok-pokok isinya:

Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ’Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasul-rasul mereka pada hari kiamat; kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab; penegasan Allah bahwa Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Allah.

سورة الحاقة
(HARI KIAMAT)
Surat ke 69 : 52 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

KEPASTIAN ADANYA HARI KIAMAT.
Orang-orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa.

الْحَآقَّةُ
1. Hari kiamat[1],

مَا الْحَآقَّةُ
2. apakah hari kiamat itu?

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَآقَّةُ
3. Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ
4. Kaum Tsamud dan ’Aad telah mendustakan hari kiamat[2].

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ
5. Adapun kaum Tsamud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa[3],

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
6. Adapun kaum ’Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ
7. yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ’Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

فَهَلْ تَرَى لَهُم مِّن بَاقِيَةٍ
8. Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka[4].

وَجَآءَ فِرْعَوْنُ وَمَن قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ
9. Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar[5].

فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَّابِيَةً
10. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَآءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ
11. Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang), kamu[6] ke dalam bahtera,

لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ
12. agar kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

Peristiwa-peristiwa di waktu terjadinya hari kiamat.

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ
13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup[7].

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

وَانشَقَّتِ السَّمَآءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ
16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ
17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ’Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لاَ تَخْفَى مِنكُمْ خَافِيَةٌ
18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

Saat berhisab dan peristiwa-peristiwa berikutnya.

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَؤُوا كِتَابِيهْ
19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[8] dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.

إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلاَقٍ حِسَابِيهْ
20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
22. dalam surga yang tinggi.

قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ
23. Buah-buahannya dekat,

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ
24. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari- hari yang telah lalu”.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ
25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini),

وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيهْ
26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku,

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ
27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيهْ
28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfa’at kepadaku.

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيهْ
29. Telah hilang kekuasaanku dariku”

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
30. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.”

ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ
31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ
32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

إِنَّهُ كَانَ لاَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ
33. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.

وَلاَ يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ
35. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.

وَلاَ طَعَامٌ إِلاَّ مِنْ غِسْلِينٍ
36. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

لاَ يَأْكُلُهُ إِلاَّ الْخَاطِؤُونَ
37. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

AL-QUR’AN BENAR-BENAR WAHYU ALLAH.

فَلاَ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
38. Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.

وَمَا لاَ تُبْصِرُونَ
39. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
40. Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلاً مَا تُؤْمِنُونَ
41. dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

وَلاَ بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ
42. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.

تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ
43. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
44. Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ
45. Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya[9].

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ
47. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ
48. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ
49. Dan sesungguhnya kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan (nya).

وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ
50. Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ
51. Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

PENUTUP

Surat Al-Haaqqah memberi peringatan kepada mereka yang tidak menaati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan memberikan contoh-contoh tentang azab yang ditimpakan kepada umat yang dahulu yang mengingkari rasul-rasul-Nya.

HUBUNGAN SURAT AL-HAAQQAH DENGAN SURAT AL-MA’AARIJ:

1.      Surat Al-Ma’aarij melengkapi surat Al-Haaqqah tentang gambaran hari kiamat dan hari berhisab.

2.      Dalam surat Al-Haaqqah disebutkan dua golongan manusia pada hari kiamat yaitu ahli surga yang menerima kitab dari sebelah kanannya dan ahli neraka yang menerima kitab dari sebelah kirinya, sedang surat Al-Ma’aarij menerangkan sifat-sifat kedua golongan itu.


(1) “Al-Haaqqah” menurut bahasa berarti “yang pasti terjadi”, Hari kiamat dinamai Al-Haaqqah karena dia pasti terjadi.

(2) Al-Qaari’ah menurut bahasa berarti “yang menggentarkan hati”, Hari Kiamat dinamakan Al-Qaari`ah karena dia menggetarkan hati.

(3) Yang dimaksud dengan “kejadian luar biasa itu” ialah petir yang amat keras yang menyebabkan suara yang mengguntur yang dapat menghancurkan.

(4) Maksudnya: mereka habis dihancurkan sama sekali dan tidak punya keturunan.

(5) Maksudnya: Umat-umat dahulu yang mengingkari Nabi-nabi seperti kaum Shaleh, kaum Syu’aib dan lain-lain dan negeri-negeri yang dijungkir balikkan ialah negeri-negeri kaum Luth. Sedang kesalahan yang dilakukan mereka ialah mendustakan para rasul.

(6) Yang dibawa dalam bahtera Nabi Nuh untuk diselamatkan ialah keluarga Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman selain anaknya yang durhaka.

(7) Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.

(8) Maksudnya: catatan amalan perbuatannya.

(9) Maksudnya: Kami beri tindakan sekeras-kerasnya.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: